Bagi Yogya-ers, yang ingin belajar secara gratis bagaimana memanfaatkan Internet secara produktif dan sehat ikutan yuks..

Tempat terbatas, lho.



"Every Child Needs a Hero. Are You One of Those Heroes?"

Tulisan pertama. Sepertinya perlu, ya, menceritakan sejarah berdirinya blog ini. Semua berawal dari training Whisperer Program (Pembisik) nya Semai 2045.


Pusing bagaimana cara mencegah anak kecanduan gadget serta terhindar dari bahaya dari perkembangan cepat teknologi dan internet? Nggak perlu pusing lagi.

Kominfo mengadakan program "Internet BAIK" (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) kolaborasi Telkomsel, Kakatu, YKBH dan ICT Watch. 

Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut :


  • Seminar, yang diikuti oleh berbagai level usia dalam bentuk sajian talkshow dan diskusi dengan tujuan meningkatkan wawasan digital awareness dan berbagai hal mengenai isu Internet Baik pada guru, pengawas, orangtua, blogger, komunitas dsb. 
  • Training for Trainers (TFT), yang merupakan program kelanjutan dari seminar dengan jumlah peserta yang lebih spesifik dan fokus, peserta terdiri dari orangtua, guru, mahasiswa, komunitas, dll.Peserta akan dibekali dengan pembelajaran aplikatif tentang Internet Baik dari para trainer yang handal. Harapannya, setelah mengikuti program TFT, para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dari Internet Baik untuk menyampaikan lagi ilmu yang didapatkan ke masyarakat sekitarnya.
  • Kelas Edukasi, akan diikuti oleh anak SD dan SMP dari kelas 4 sampai dengan kelas 9, dengan cara belajar yang menarik. Kelas Edukasi ini dapat menjadi tempat bagi anak agar dapat mengenal dan menggunakan Internet dengan BAIK sedari dini, dan tentunya dapat membekali diri dari konten-konten negatif.

Internet Baik ini diselenggarakan di 12 kota Indonesia (Juli-Desember 2016) antara lain :

1. Yogyakarta
 2. Bekasi
3 . Nunukan
4. Medan
5. Tasikmalaya
6. Kupang
7. Bantaeng
8. PekanBaru
9. Banyuwangi
10. Manokwari
11. Palembang
12. Tenggarong

Kita bisa mengikuti juga hashtag #InternetBaik di twitter. 

Bagaimana tertarik dengan kegiatan diatas?


Sumber : fb YKBH



Menjelaskan kepada anak seringkali lebih mudah dengan penjelasan yang menyenangkan seperti video. Bila kita bingung, bagaimana, sih caranya menyampaikan tentang pentingnya bagi anak untuk mengamankan diri sendiri,  jangan khawatir.



Tunjukkan saja video (yang dibuat oleh UNICEF dengan bekerja sama dengan KPP-PA) ini kepada anak anda dengan pilihan Aksa atau Geni.  Tergantung apakah anak anda anak laki atau perempuan. Penyampaiannya dibuat dengan cara menarik sekaligus sederhana sehingga anak akan tertarik.Silahkan dipilih.



Video ini bukan hanya mengajarkan anak dari bahaya pelecehan tetapi sekaligus agar mereka juga mewaspadai orang yang tidak dikenal yang mendekati mereka. 

Intinya adalah :


Bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh
Ketidaktahuan anak tentang bagian ini, seringkali membuat mereka berpikir itu hal biasa saja, padahal TIDAK.

Apa yang harus dilakukan bila ada di situasi itu
Tidak nyaman tapi bingung, akhirnya malah diam saja karena tidak tahu bagaimana harus bereaksi membuat anak gampang sekali jadi korban berulang  Di bagian akhir juga ada nomor yang bermanfaat bagi orang tua bila terdapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.

 Kita juga bisa, lho, menghafalkan cara bercerita dari video ini. Terutama bila suatu waktu ada kondisi dimana tidak bisa bergantung pada gadget.

Salut untuk pembuatnya. 

Apakah anak anda sudah paham tentang dua hal diatas?

Pasca pelatihan, semakin banyak kader yang terinspirasi untuk membagikan wawasan. Karena tujuannya sendiri adalah agar bisa dibagikan kepada komunitasnya masing-masing.


Alhamdulillah, dalam jangka waktu beberapa bulan saja sudah cukup banyak permintaan sharing baik dikalangan sendiri ataupun luar. Sayangnya memang, ada beberapa acara yang tidak terdokumentasikan. Maklum itu terjadi ketika kader melakukan presentasi sendirian! Tentunya sudah cukup sibuk dengan presentasi dan segala pertanyaan yang hadir. Tidak mengapa. Bagaimanapun yang prioritas adalah apa yang disampaikan, bukan?


Kemudian pada bulan puasa ini juga telah diadakan sharing di hadapan SPG PT Unilever Jakarta yang berjumlah cukup banyak, sehingga harus dilakukan dalam beberapa hari. 



Para peserta bukan hanya terdiri dari ibu-ibu tapi juga mereka yang belum atau akan menikah. Memang sepertinya belum nyambung, ya pak, bu, tapi ilmu ini gratis dan nanti bisa diterapkan bagi keponakan, adik, atau sekitar. ^^

Bukan hanya di Jakarta, di kota Bandung juga tidak mau ketinggalan.  Seperti yang terjadi pada sharing bersama CPR PGTKIT Little Moslem pada bulan April lalu.




Pada hari itu antusiasme peserta di luar dugaan. Saking penuhnya ortu yang datang, 4 bapak yg hadir rela duduk dekat pintu! Ibu-ibu aktif bertanya. Sharing 2 jam diperpanjang 2 menjadi 40 menit.

Semangat demi menyelamatkan generasi emas anak Indonesia!

Bagaimana di tempatmu? Tertarik mendapat penjelasan dari mereka?


Ini adalah flyer sekaligus infografis yang cukup banyak ditemukan di ruang sharing dunia maya hasil kerjasama Child Care, ACT, Komunitas Cinta Keluarga, dan KPAI.

Sangat penting bagi pengetahuan anak untuk menjadi polisi bagi diri mereka sendiri. Karena kita juga tidak mungkin bukan mengawasi 24 jam, apalagi bila mereka sudah bersekolah. 

Seperti yang kita ketahui bahwa ada bahaya pada tayangan tertentu yang berkemampuan untuk merusak otak manusia.

Belum tahu? Penjelasan ilmiah yang dikemas secara ringan ini akan bisa lebih menyederhanakan....





Untuk tahapannya pada seseorang bisa dijelaskan dengan video berikut ini. 




Mengapa bila terjadi pada anak justru akan sangat berbahaya? 

Karena anak PFC anak belum tumbuh dengan sempurna...

Menggambarkannya seperti ini :




Bagaimana mendeteksi bila anak telah kecanduan?
Simaklah ciri-ciri sebagai berikut ini.

1. Bila ditegur dan dibatasi dia marah, melawan, berkata kasar, bahkan keji.
2. Mulai impulsif, berbohong, jorok, moody
3. Suka menyakiti adik
4. Malu tidak pada tempatnya
5. Sulit berkonsetrasi
6. Jika bicara menghindari kontak mata
7. Menyalahkan orang, secara emosional menutup diri
8. Prestasi akademis menurun
9. Main dengan kelompok tertentu saja
10. Hilang empati, yang diminta harus diperoleh.
11. Jika melihat perempuan, matanya cenderung melihat pada anggota tubuh tertetu.
12. Banyak minum dan banyak pipis.

Sumber : YKBH
Apakah di tempatmu ada yang memiliki masalah diatas? Bagaimana kamu menghadapinya?